Analisis Novel “ Sengsara Membawa
Nikmat“
Oleh: Ali
BAB I
Tema:
Pertemanan
Tokoh:
Midun, Maun, Kacak, Jenang, Kadirun
Watak:
Midun: Disukai orang banyak, baik hati,
sopan santun dan alim
Kacak: sombong, busuk hati, tidak
disukai orang, dan suka berkata kasar kepada orang.
Latar:
a. Tempat: Di
Pasar
b. Waktu: Sore
c. Suasana:
Mencekam, lucu
Sudut
Pandang:
Novel
ini menggunaknan sudut pandang orang ketiga, dikarenakan penulis yang
menceritakan kejadian orang lain
Alur:
Maju
mundur
Amanat:
Jangan mudah terbawa emosi, sabar dan
selalu berpikir positif
BAB II, III & IV
Tema:
Tema dari bab 2,3 dan 4 adalah tentang
kebaikan dan rasa dendam. Ini di buktikan pada saat amarah kacak memuncak
ketika mengetahui bahwa maun di izinikan belajar dengan Haji Abbas. Disaat itu
kacak juga di bangga-banggakan oleh warga sekitar sehingga maun merasa iri
hati.
Tokoh:
Midun
adalah orang yang sopan, baik, dan bijaksana. Midun juga mempunyai seorang ayah yang
mendidik midun dengan mengikuti silat.
Pak Midun ayah dari Midun adalah orang
yang baik. Dia adalah orang yang sangat bijaksana dan disiplin. Pak Midun adalah seorang peladang dan orang yang pandai
silat.
“Sungguhpun ayah Midun orang peladang,
tetapi pemandangannya sudah luas dan pengetahuannya pun dalam"
Haji Abbas adalah orang yang sangat
berilmu dan baik, dia adalah orang yang pandai bersilat. Hal itu membuat Haji
Abba. Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut:
"Haji Abbas adalah seorang tua, yang lubuk akal
gudang bicara, laut pikiran tambunan budi, maka ia pun dimalui dan
ditakuti orang di kampung itu."
Pendekar Sutan adalah
ayah dari Haji Abbas. Seorang pesilat. Pak Sutan juga dipandang tinggi oleh
banyak orang.
Kacak berwatak sombong
dan pendendam. Setiap midun di puji oleh warga, pasti midun selalu cemburu dan
iri, seperti pada kutipan berikut:
"Melihat orang ramai di sawah Midun, Kacak sangat
iri hati. Bencinya kepada Midun semakin berkobar."
Pak Inuh adalah orang yang datang dari
keluarga yang dipandang. Namun karena Pak Inuh menjadi kepala penghulu
dikampung, Pak Inuh menjadi gila, hilang akal pikirannya. Seperti pada kutipan
berikut;
Tuanku Laras adalah
Penghulu di kampung, dia adalah ayah kandung dari Kacak. Sifatnya kurang baik
dan tidak adil, dia terkadang sering menghukum seenaknya karena dia seorang
pemimpin.
Ibu Polam adalah Ibu dari Midun. Dia
adalah orang yang sangat baik, sangat menyayangi Midun dan peduli pada saat
Midun jatuh sakit.
Latar:
Latar waktu: Pagi, sore, malam
Latar suasana:
tegang
Alur:
Alur pada bab 2,3, dan 4 berlangsung maju mundur
Sudut
pandang:
Bab ini menggunaknan sudut pandang
orang ketiga, dikarenakan penulis yang menceritakan kejadian orang lain
Gaya
bahasa:
Novel ini banyak menggunakan kalimat yang bermajas.
Amanat:
Dari bab 2,3 dan 4, kita dapat menarik kesimpulan
bahwa amanat yang terkandung adalah janganlah bersifat iri kepada orang lain.
Karena segala sesuatu pasti ada artinya.
BAB V
Tema:
Bab ini bertemakan tentang tentang
keselamatan. Dikarenakan terlihat dari midun yang tidak pernah mendapat
keadilan walaupun ketika melakukan hal yang benar. Terlihat juga pada saat
midun ingin menyelamatkan istri Kacak, namun Midun malah ditidih oleh kacak
yang tidak-tidak sampai akhirnya Midun harus mengalah.
Tokoh/
Penokohan;
Dubalang lingkik:
Dubalang Lingkik adalah pengawalnya Kacak. Mereka selalu mengikuti perintah
kacak namun tidak sabaran.
Ma Atang: Dia suka
merampok dan melakukan kejahatan seperti pada kutipan berikut:
"Nama Ma
Atang telah dikenali orang di mana-mana sebab kejahatannya. Keberaniannya
dan ketangkasan Ma Atang pun sudah termasyhur."
Penghulu: Sangat tidak adil. Memberikan hukuman kepaca Midun
yang tidak bersalah.
Katijah: Istri
dari Kacak
Latar:
Latar suasananya yang terjadi sangatlah mencengkam dan
heboh. Hal tersebut dapat dilihat saat Katijah terbawa arus dan saat perampokan
terjadi.
Latar
tempat terjadi di sungai dan rumah kacak saat adanya perampokan.
Latar waktu terjadi pada petang hari di sungai dan malam hari saat Midun
Alur:
Alur pada bab ini menggunakan alur mundur.
Sudut pandang:
Pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga serba
tahu dimana pengarang menggunakan kata "Dia, Ia dan nama orang"
Gaya bahasa:
Pengarang menggunakan
gaya bahasa melayu yang amat sangat baku, selain itu pengarang juga menggunakan
bahasa yang harmonis sehingga pembaca bisa merasakan nuansa cerita yang
disampaikan.
Pesan/ amanat:
kita dapat menarik kesimpulan bahwa
amanat yang terkandung adalah kita harus berhati-hati dalam setiap kondisi dan
jangan selalu berpikir yang negatif-negatif saya.
BAB VI
Tema:
KUIS BAHASA
Kuis
1
Bab 1: Bermain Sepak Raga
Jelaskan apa maksud kata “cempedak
hutan”, yang diucapkan Kadirun pada saat melihat Kacak jatuh terduduk
ketika bermain sepak raga?
Maksud kata “cempedak hutan” adalah kata yang
mengingatkan mereka pada saat mengembala kerbau di hutan. Pada saat itu, Midun
mengajak temannya untuk mencari hasil hutan disana, namun teman-temannya takut
akan hewan buas yang berada di sana. Namun pada saat midun berkata “harimau”
temannyapun mulai ketakutan. Kemudian Midunpun berpikir untuk memperolok-olokan
ketakutannya mereka itu dengan cara berkata 'Koyak, makan cempedak hutan!’.
Akhirnya mereka semua teriak dan berlari ketakutan. Namun karena mereka tahu
bahwa Midun hanya bergurau, akhirnya merekapun tidak ketakutan melainkan malah
bercanda gurau. Terbukti pada saat midun berkata “....Saya ambil
keduacempedak itu, lalu saya berjalan perlahan-lahan ke tempat kawan-kawan
saya. Setelah dekat, saya lemparkan kedua cempedak itu, sambil berseru, 'Koyak,
makan cempedak hutan!'”
Bab 2: Senjata Hidup
Syarat berguru silat itu ialah: beras sesukat, kain putih
sekabung, besi sekerat
(pisau sebuah), uang serupiah, penjahit
(jarum) tujuh, dan sirih pinang
selengkapnya. Segala barang-barang itu
sebenarnya kiasan saja semuanya.
Jelaskan makna yang tersirat dari
persyaratan tersebut, berdasarkan yang dijelaskan
di Bab 2 – Senjata Hidup!
Beras sesukat, gunanya akan dimakan guru, selama
mengajari anak muda yang hendak belajar itu
Kain putih sekabung, "alas tobat" namanya;
maksudnya
dengan segala putih hati dan tulus Midun itu menerima
pengajaran; samalah dengan kain itu putih dan bersih hati
anak
muda itu menerima barang apa yang diajarkan guru.
Besi sekerat (pisau sebuah) itu maksudnya, seperti
senjata
itulah tajamnya pengajaran yang diterimanya dan lagi
janganlah ia dikenai senjata, apabila telah tamat
pengajarannya.
Uang serupiah, ialah untuk pembeli tembakau yang diisap
guru waktu melepaskan lelah dalam mengajar anak muda itu,
hampir searti juga dengan beras sesukat tadi.
Penjahit tujuh, artinya sepekan tujuh hari; hendaklah
guru
itu terus mengajarnya, dengan pengajaran yang tajam
seperti
jarum itu.
Sirih pinang artinya ialah akan dikunyah guru,
waktu ia menghentikan lelah tiap-tiap sesudah mengajar
anak
muda itu.
Bab 3: Dimusuhi
a. Tunjukkan bukti profile
caring sebagai kearifan lokal yang diterapkan penduduk kampung,
tempat Midun tinggal!
“SUDAH umum pada orang kampung itu,
manakala ada
pekerjaan berat, suka
bertolong-tolongan. Pekerjaan yang
dilakukan dengan upah hampir tak ada.
Apalagi di dalam
bahaya, misalnya kebakaran, mereka itu
tidak sayang kepada
dirinya untuk menolong orang sekampung.
Tidak di kampung itu
saja, melainkan di seluruh tanah
Minangkabau, boleh
disebutkan sudah turun-temurun pada
anak negeri, suka
bertolong-tolongan itu. Misalnya di
dalam hal ke sawah,
mendirikan rumah, dan lain-lain
pekerjaan yang berat.”
b. Apa panggilan Pak Midun kepada istrinya (ibunya
Midun)? Buktikan denganmengutip pernyataannya kepada ibu Midun!
"Engkau pula, Polam," kata
Pak Midun sambil berpaling
kepada istrinya, "katakanlah
kepada kaum keluarga, bahwa kita
akan mengirik padi hari Ahad itu. Ipar
besan yang patut diberi
tahu, orang sekampung yang akan
dipanggil untuk mengirai dan
mengangin padi dan orang-orang yang
akan menolong kerja
dapur. Hal itu semuanya
pekerjaanmu."
Bab 4: Membalas Dendam
Apa yang menyebabkan orang-orang di
pasar takut saat tokoh Pak Inuh datang ke pasar? Jelaskan dengan disertai
bukti kutipan!
Karebah pak inuh telah gila, dijelaskan dalm kutipan
berikut:
“Pak Inuh sekarang sudah bertukar
pikiran. Ia sudah menjadi
gila. Sudah empat tahun sampai kepada
masa itu pikirannya tak
sempurna lagi. Dalam empat tahun itu
Pak Inuh tidak dibiarkan
keluar lagi oleh Tuanku Laras. Jika
dilepaskan selalu mengganggu orang. Maka oleh Tuanku Laras dibuatkan sebuah
rumah
untuk tempat Pak Inuh tinggal. Entah
apa sebabnya hari itu ia
dapat melepaskan diri. Hal itu terjadi
sudah yang kedua
kalinya. jika datang ke pasar ia
merajalela saja. Barang-barang
orang diperserak-serakkannya.
Disepakkannya ke sana kemari,
orang di pasar diburunya sambil
berteriak-teriak. Jika dapat
orang olehnya, dipukul dan
diterjangkannya.”
Bab 5: Berkelahi
a. Bagaimana menurutmu berkaitan dengan
hal yang dilakukan Midun menolong istri Kacak yang hanyut di sungai,
sedangkan menyentuh perempuan yang bukan mahram diharamkan dalam Islam?
Menurut saya, Midun memang seharusnya
menyelamatkan istri Kacak. Karenakan jika istri Kacak hanyut dan tidak ada yang
menyelamatinya, maka isti Kacakpun mungkin saja bisa mati. Jadi tidak apa-apa
jika Midun menyentuh istri Kacak walaupun tidak mahramnya.
b. Uraikan dengan bahasa yang
sederhana, cara membela diri yang dilakukan Pendekar Sutan saat berhadapan
dengan Ma Atang!
Yang dilakukan Pendekar Sutan iyalah
selalu maju dan merapatkan diri karena Ma Atang membawa pisau dan hari gelap.
Jadi jika dia mempunyai kesempatan untuk menikam dapat di tangkisnya dan dapat
dihempaskan ke kayu.
c. Jelaskan bagaimana tipu muslihat dalam perkelahian
yang diterangkan oleh
Haji Abbas kepada Midun dan Maun!
Kata Haji Abas jika sedang berkelahi dengan orang walaupun
orang terseut menggunakan pisau, janganlah sekali-kali maju duluan. Lebih baik
mengundurkan diri dan hanya menangkis serangan. Haji Abbas juga berkata jika
bias cari tempat van persegi atau di sudut maka orangpun susah mengenai kita.
Dibuktikan dalam kutipan berikut:
"Midun dan Maun, cerita bapakmu
tadi banyak yang patut
engkau ambil jadi teladan. Demikianlah
hendaknya muslihat
jika berkelahi dengan orang yang
memegang pisau. Dalam
perkelahian yang tidak memakai pisau
pun, ada juga tipunya.
Misalnya mengumpan orang dengan
pura-pura menyumbangkan
langkah. Tetapi manakala dalam
perkelahian banyak, artinya
engkau seorang dipersama-samakan orang,
jangan sekali-kali
maju. Hendaklah engkau selalu
mengundurkan diri, sambil
menangkis serangan orang. Dan kalau
dapat, carilah tempat
vang tiga persegi, yang dinamakan
orang: kandang sudut. Di
tempat itu, sukarlah orang mengenai
kita."
Bab 6: Pasar Malam
Bagaimana penafsiranmu dengan kutipan
yang diucapkan tokoh Maun, “"Jika pandai menjalankan perniagaan,
memang lekas benar naiknya.Tapi jatuhnya mudah pula.”?
Jelaskan!
Maksudnya adalah jika ingin melakukan pernigaan memang mudah
untuk di capai kesuksesannya namun juga mudah untuk jatuh miskin pula. Disitu
Maun berkata pula bahwa Baginda sutan pernah menggapai kesuksesan namu karena
murka Allah beliau bisa jatuh semiskin-miskinnya. "Jika
pandai menjalankan perniagaan, memang lekas benar naiknya.
Tapi jatuhnya mudah pula. Lihatlah Baginda Sutan itu! Dari
sekaya-kayanya, jatuh jadi semiskin-miskinnya. Sekarang
pikirannya
tidak sempurna lagi.
Bab 7: Pacuan Kuda
Apa yang diusulkan Maun bila berjalan berdua dengan Midun
ke pacuan kuda, sebagai suatu sikap waspada?
Karena Maun sudah kesal dengan Lenggang, maka Maun berkata
bahwa jangan berlama-lama di pacuan kuda karena memang tidak suka untuk bertemu
Lenggang disana. “…..Jika ada apa-apa yang terjadi,
jangan engkau larang-larang lagi,
sebagai ketika engkau
berkelahi dengan Kacak dahulu. Saya
tahu apa yang akan saya
perbuat, untuk keselamatan diri kita
berdua. Jangan lagi kita
lama-lama di pacuan. Asal sudah kita
melihat pacu boko, kita
terus pulang saja. Tidak perlukah kita
membawa pisau, Midun?"
Bab 8: Menjalani Hukuman
a. Bagaimana kisah hidup Gempa Alam?
Apa kesamaannya dengan yang dialami
Midun?
Sebenarnya cerita Gempa Alam dan Midun hampir sama, namun di
awali dengan kejadian yang berbeda, yaitu Gempa Alam pada awalnya tidak tahan
tinggal di kampong itu dan memutuskan untuk meninggalkan kampong sampai
akhirnya selama 15 tahun. Dulu juga Gempa Alam susah mencari pekerjaan untuk
sesuap nasi. Dia juga dulu sempat berniaga kecil di pasar sampai akhirnya dia
bisa berniaga besar. Gempa Alam juga masuk kedalam penjara dan bercerita
tentang pengalamannya di penjara.
b. Apa yang diajarkan Gempa Alam
untuk menghadapi hukuman di penjara?
Jika tidak mau dibuat semau-maunya tunjukanlah
ketangkasanmu, beranikan hati dan jangan takut menentang bahaya jua. Kalau
perlu tunjukan tanda laki-lakimu.
Kuis 2
Bab 9: Pertolongan
dan Kalung Berlian
a. Bagaimana
Turigi bisa menjadi orang tahanan? Jelaskan!
Karena turigi telah adalah terdakwa yang membunuh kepala
negri. "Bapak dihukum selama hidup, ialah karena terdakwa membunuh Kepala
Negeri, ketika terjadi perusuhan di negeri bapak dua belas tahun yang
sudah!"
b. Menurutmu,
mengapa Turigi mau membantu Midun?
Karena Turigi merasa kasihan terhadap Midun yang sering
mengalami siksaan yang amat berat. Karena turigi melihat bahwa Midun tidak kuat
lagi menahan siksaan pegawai penjara tersebut.
c. Bagaimana
pertemuan Midun dan Lenggang di penjara? Bagaimanakah sikap Midun terhadap
Lenggang? Uraikan kronologinya!
Pada saat duduk dengan Turigi, Midun melihat seseorang yang
sedang di bawa masuk ke penjara. Orang tersebut adalah Lenggang. Namun sikap
Midun terhadap Lenggang adalah bukannya ingin balas denadam, melainkan Midun
merasa kasihan. Midun memberi pribahasa yaitu “sudah jatuh tertimpa tangga
dalam basah kehujanan juga.”
d. Kalau
kamu di posisi Midun dan menemukan sebuah kalung berlian, akankah kamu bersikap
sama seperti Midun atau sebaliknya? Jelaskan!
Kalau saya di posisi Midun saya pula akan mngembalikan ke
pemilik kalung tersebut. Karena dalam hukum islam kita harus mengembalikan
barang yang kita temui jika kita tahu siapa pemiliknya. Kecuali kita tidak bisa
beramanat, maka haram untuk kita untuk mengambil barang tersebut.
e. Uraikan
perkenalan Midun dan Halimah, serta bagaimana mereka menjalin hubungan
persahabatan!
Halimah adalah seorang gadis yang meninggalkan kalung
berlian di tempat duduk. Karena Madun mengembalikan kalungnya ke Halimah, maka
dari situlah pertemanan Halimah dan Midun dimulai.
f. Apa yang menyebabkan Halimah
begitu mempercayai Midun untuk
menolongnya? Karena midun telah
mengembalikan kalung kepada Halimah
Bab 10: Lepas dari
Hukuman
a. Apakah setelah lepas dari hukuman, Midun langsung pulang
ke kampungnya? Mengapa? Tidak, karena setelah itu Midun mendapatkan surat
dari Halimah yang berisikan pemintaan tolong lalu setelah itu Midun tidak
pulang, namun membantu Halimah.
b. Siapakah Pak Karto? Apa hubungan beliau dengan
Midun?
Midun mengenal Pak Karto karena Mdiun pernah meminta izin
untuk menumpang di rumah Pak Karto untuk beberapa hari
"Bahaya apakah yang menimpa Halimah? Jika saya tidak
tolong, kasihan gadis itu….”
c. Jelaskan tentang bahaya yang akan menimpa Halimah, jika
Midun tidak menolongnya!
Karena Bapak tirinya Halimah akan melakukam tindakan
asusila karena bapak tirinya tidak bisa menahan nafsunya.
d. Apa isi surat Midun kepada kedua orangtuanya?
Isinya adalah tentang berita tentang Midun bahwa Midun
sedang bepergian ke bogor dan belum bisa pulang untuk beberapa saat.
Bab 11: Meninggalkan
Tanah Air
Mendengar perkataan "nyawa dan badan" itu, hati
anak muda yang alim dan saleh itu berdebar jua….”
a. Menurutmu, mengapa hati Midun berdebar setelah mendengar
perkataan Halimah?
Karena Midun keceplosan bilang udo kepada Halimah yang
berarti perkataan untuk seorang suami istri.
b. Deskripsikan secara ringkas kehidupan Halimah dan
mendiang ibunya setelah ayahnya menikah lagi dan akhirnya ayahnya menceraikan
mendiang ibunya?
Miskin, Tidak memiliki makanan yang cukup dan hidupnya
sengsara.
c. Apa isi dan pesan moral dari kutipan kedua pantun
berikut?
Pisang emas bawa berlayar
masak sebiji di atas peti.
Utang emas boleh dibayar
Utang budi dibawa mati.
Pulau Pandan jauh di tengah,
di balik Pulau Angsa Dua.
Hancur badan dikandung tanah
budi baik terkenang jua."
Tentang Utang yang harus di bayar dan utang budi dibawa
sampai mati.
d. Apa pesan mendiang ibu Halimah, sebelum beliau meninggal?
Pesannya adalah Ibu Halimah berkata bahwa menyuruh Halimah
untuk menjaga diri baik-baik karena sebenarnya bapak tiri Halimah hanya ingin
menginginkan Halimah dan Ibu Halimah meminta maaf atas segala kesalahan yang
telah diperbuat semasa hidupnya.
e. Apa yang diceritakan Midun kepada Halimah tentang Fatimah
anak Nabi Muhammad saw? Uraikan!
Suami Fatimah meminta izin untuk menikah lagi, dengan rela
ia setuju. Demikianlah pandainya Fatimah menahan hati. Sungguhpun di luar
manis, tetapi di dalam sudah remuk dan badannya panas sebagai api, hingga telur
masak di tangannya.
KUIS 3
Bab 12
a. Apa tujuan Midun meninggalkan Bogor menuju Betawi?
Midun ingin mendapatkan uang, karena dia tidak terlalu suka
hanya diam dan menumpang di rumah orang.
b. Bagaimana awal mula Midun berkenalan dengan Syekh
Abdullah al-Hadramaut?
Midun bertemu dengan si Syeikh di kereta dengan tujuan yang
sama, namun Midun terlalu gampang percaya pada si Syeikh
c. Apa yang menyebabkan Midun berhutang dan begitu percaya
kepada Syekh Abdullah?
Midun memiliki pemikiran lugu karena ia percaya bahwa semua
orang dari tanah Arab adalah orang yang baik. Namun belajar kesalahannya dengan
cara yang pahit yaitu sampai berhutang.
d. Di dalam Al Quran disebutkan dalam surat apa ayat tentang
riba?
Allah ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan
riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu
mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan
untuk orang-orang yang kafir.” (Qs.
Ali Imran [3]: 130)
Bab 13
a. Jelaskan kutipan peribahasa di bawah!
-'adat bersendi syara', syara' bersendi adat.
-sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak
berguna."
b. Siapakah Sutan Menindih? Ada hubungan apa dengan Pak
Midun? Apa yang dia mau dari harta Pak Midun?
Sutan Menindih adalah keluarga dari Pak Midun yang datang ke
rumah Pak Midun saat ia sedang sakit. Sutan Menindih menginginkan harta dari
Pak Midun.
c. Mengapa bila Pak Midun menolak ajakan Sutan Menindih,
beliau akan membuat malu kaum Tanjung?
Karena menurutnya itu adalah masalah harga diri.
d. Apa pesan Pak Midun kepada istrinya, sesaat sebelum
beliau meninggal?
Nikahilah adik Midun dengan Maun, karena itulah pilihan
terbaik.
Bab 14
a. Apa akibat yang harus Midun tanggung karena menolak
membayar bunga hutangnya? Apa syarat dari Syekh Abdullah bila Midun ingin
hutangnya dianggap lunas?
Midun harus dipenjara karena tidak mampu membayar utangnya.
Pilihannya adalah Mengutang lagi atau membiarkan Halimah ditikung oleh
sang Syeikh atau dipenjara.
b. Apa yang Midun pelajari di penjara?
Selama di penjara, Midun belajar membaca dan menulis serta
ilmu pengetahuan oleh Mas Sumarto yang bersekolah juga.
c. Bagaimana Midun kemudian bisa keluar dari penjara?
Halimah membantunya dengan menggunakan sebagian uang Midun
dan ditambahkan oleh Halimah sebagian.
d. Jelaskan kronologi Midun bisa menjadi menteri polisi di
Tanjung Priok!
Midun sedang berjalan di pasar(biasanya jika ia jalan di
pasar akan terjadi masalah dan ia akan jadi sang pahlawan) Dimana ada orang
yang mengejar seorang anak Belanda. Mindu langsung melawan dan
menyelamatkan sang anak Belanda. Esoknya, ia dapat pekerjaan menjadi polisi.
Setelah itu, karena kinerjanya bagus ia menjadi menteri polisi.
e. Kira-kira apa yang dimaksud dengan “penyakit perempuan”,
yang bisa membuat penderitanya meninggal dunia?
Penyakit perempuan di cerita ini adalah penyakit yang
disebarkan karena seks bebas
f. Tuliskan 5 pelajaran berharga dari bab ini!
Jangan melakukan seks bebas, bekerjalah sungguh-sungguh
nanti akan sampai ke tujuan, membaca dan menulis, jangan menilai orang dari
rasnyam dan Membantu orang yang sedang kesusahan, .
Bab 15
a. Apa isi telegram yang ditunjukan kepada Midun?
Dalam telegram itu, Midun diangkat jadi assisten demang di
negerinya sendiri, dan mesti lekas berangkat.
b. Siapa nama anaknya Midun?
Nama anak Midun dan Halimah adalah Basri.
c. Apa nama pelabuhan di kota Padang?
Pelabuhan Teluk Bayur.
d. Apa yang diucapkan Midun saat bertemu kembali dengan
Kacak?
Midun amat senang melihat Kacak menjadi penghulu kepala. Ia
berharap bahwa dia akan mendukung Midun melakukan sema pekerjaannya dengan
benar dan dapat bekerjasama.
e. Gelar adat apa yang disandang Midun setelah ia kembali ke
kampungnya?
Datuk Paduka Raja adalah gelar adat yang disandang Midun
setelah ia kembali ke kampungnya.
f. Bagaimana akhirnya nasib Kacak, seperti yang diceritakan
pada akhir bab 15.
Kacak melarikan diri entah kemana, rupanya ia takut dan
malyu kepada Midun.
MONOLOG
Judul: Pancasila Untuk Generasi Muda
Pancasila, apa itu
pancasila, pancasila adalah ideologi dasar bagi negara indonesia. Namun
kami sebagai generasi muda hanya mengerti itu hanya dengan sebatas kata-kata
yang di baca di pagi hari disekolah. Akan tetapi itu adalah perbuatan
yang sangat tidak berarti, dengan itu kita sebagai generasi muda harus
menjunjung tinggi dasar ideology negara ini yaitu pancasila. Pancasila 1
ketuhanan yang maha esa, Bahwa kita sebagai generasi muda adalah generasi
yang beragama sehingga kita wajib mempercayai (Iman) terhadap adanya tuhan
yang maha esa, 2 kemanusiaan yang adil dan beradab, kita sebagai generasi
muda harus berbudi luhur dan memiliki potensi pikir yang tinggi, Generasi
mida yang berbudi dan beradab adalah kunci sebagai kemajuan negara kita 3
persatuan indonesia, kita sebagai generasi muda harus saling bahu membahu
saling mendukung atas pendapat yang lain 4 kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, ini menyatakan bahwa
dalam sila ini mengandung makna pentingnya mengedapakan musyawarah dan
mufakat dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 5 keadilan
social bagi seluru rakyat Indonesia, dan sila terakhir adalah sila yang
sangat penting yaitu Dalam sila ini mengandung makna ajakan tentang rasa
keadilan bahwa seluruh warga negara dituntut ikut aktif dalam memberikan
sumbangsih demi terwujudnya keadilan, rasa aman, damai, kemakmuran dan
kesejahteraan bagi seluruh rakyat sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya.