Minggu, 27 Agustus 2017


Analisis Novel “ Sengsara Membawa Nikmat“
Oleh: Ali
BAB I
          Tema:
Pertemanan
          Tokoh:
Midun, Maun, Kacak, Jenang, Kadirun
          Watak:
Midun: Disukai orang banyak, baik hati, sopan santun dan alim
Kacak: sombong, busuk hati, tidak disukai orang, dan suka berkata kasar kepada orang.
          Latar:
a. Tempat: Di Pasar
b. Waktu: Sore
c. Suasana: Mencekam, lucu
          Sudut Pandang:
Novel ini menggunaknan sudut pandang orang ketiga, dikarenakan penulis yang menceritakan kejadian orang lain
          Alur:
Maju mundur
          Amanat:
Jangan mudah terbawa emosi, sabar dan selalu berpikir positif

BAB II, III & IV
          Tema:
Tema dari bab 2,3 dan 4 adalah tentang kebaikan dan rasa dendam. Ini di buktikan pada saat amarah kacak memuncak ketika mengetahui bahwa maun di izinikan belajar dengan Haji Abbas. Disaat itu kacak juga di bangga-banggakan oleh warga sekitar sehingga maun merasa iri hati.

         Tokoh:
Midun adalah orang yang sopan, baik, dan bijaksana. Midun juga mempunyai seorang ayah yang mendidik midun dengan mengikuti silat.
Pak Midun ayah dari Midun adalah orang yang baik. Dia adalah orang yang sangat bijaksana dan disiplin. Pak Midun adalah seorang peladang dan orang yang pandai silat.
      “Sungguhpun ayah Midun orang peladang, tetapi pemandangannya sudah luas dan pengetahuannya pun dalam" 

Haji Abbas adalah orang yang sangat berilmu dan baik, dia adalah orang yang pandai bersilat. Hal itu membuat Haji Abba. Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut:


   "Haji Abbas adalah seorang tua, yang lubuk akal gudang bicara, laut pikiran tambunan budi, maka ia pun dimalui dan ditakuti orang di kampung itu."

Pendekar Sutan adalah ayah dari Haji Abbas. Seorang pesilat. Pak Sutan juga dipandang tinggi oleh banyak orang.


Kacak berwatak sombong dan pendendam. Setiap midun di puji oleh warga, pasti midun selalu cemburu dan iri, seperti pada kutipan berikut:
    "Melihat orang ramai di sawah Midun, Kacak sangat iri hati. Bencinya kepada Midun semakin berkobar." 

Pak Inuh adalah orang yang datang dari keluarga yang dipandang. Namun karena Pak Inuh menjadi kepala penghulu dikampung, Pak Inuh menjadi gila, hilang akal pikirannya. Seperti pada kutipan berikut;  

Tuanku Laras adalah Penghulu di kampung, dia adalah ayah kandung dari Kacak. Sifatnya kurang baik dan tidak adil, dia terkadang sering menghukum seenaknya karena dia seorang pemimpin.

Ibu Polam adalah Ibu dari Midun. Dia adalah orang yang sangat baik, sangat menyayangi Midun dan peduli pada saat Midun jatuh sakit.

Latar:
Latar waktu: Pagi, sore, malam
Latar suasana: tegang

Alur:
Alur pada bab 2,3, dan 4 berlangsung maju mundur

Sudut pandang:
Bab ini menggunaknan sudut pandang orang ketiga, dikarenakan penulis yang menceritakan kejadian orang lain
Gaya bahasa:
Novel ini banyak menggunakan kalimat yang bermajas.

Amanat:
Dari bab 2,3 dan 4, kita dapat menarik kesimpulan bahwa amanat yang terkandung adalah janganlah bersifat iri kepada orang lain. Karena segala sesuatu pasti ada artinya.

BAB V
          Tema:
Bab ini bertemakan tentang tentang keselamatan. Dikarenakan terlihat dari midun yang tidak pernah mendapat keadilan walaupun ketika melakukan hal yang benar. Terlihat juga pada saat midun ingin menyelamatkan istri Kacak, namun Midun malah ditidih oleh kacak yang tidak-tidak sampai akhirnya Midun harus mengalah.

          Tokoh/ Penokohan;
Dubalang lingkik: Dubalang Lingkik adalah pengawalnya Kacak. Mereka selalu mengikuti perintah kacak namun tidak sabaran.

Ma Atang: Dia suka merampok dan melakukan kejahatan seperti pada kutipan berikut: 
"Nama Ma Atang telah dikenali orang di mana-mana sebab kejahatannya. Keberaniannya dan ketangkasan Ma Atang pun sudah termasyhur."
Penghulu: Sangat tidak adil. Memberikan hukuman kepaca Midun yang tidak bersalah. 

Katijah: Istri dari Kacak


Latar:
Latar suasananya yang terjadi sangatlah mencengkam dan heboh. Hal tersebut dapat dilihat saat Katijah terbawa arus dan saat perampokan terjadi.

Latar tempat terjadi di sungai dan rumah kacak saat adanya perampokan.
Latar waktu terjadi pada petang hari di sungai dan malam hari saat Midun

Alur:
Alur pada bab ini menggunakan alur mundur.

Sudut pandang: 
Pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu dimana pengarang menggunakan kata "Dia, Ia dan nama orang"

Gaya bahasa: 
Pengarang menggunakan gaya bahasa melayu yang amat sangat baku, selain itu pengarang juga menggunakan bahasa yang harmonis sehingga pembaca bisa merasakan nuansa cerita yang disampaikan. 


Pesan/ amanat:
kita dapat menarik kesimpulan bahwa amanat yang terkandung adalah kita harus berhati-hati dalam setiap kondisi dan jangan selalu berpikir yang negatif-negatif saya.

BAB VI
Tema:

KUIS BAHASA

Kuis 1
Bab 1: Bermain Sepak Raga
Jelaskan apa maksud kata “cempedak hutan”, yang diucapkan Kadirun pada saat melihat Kacak jatuh terduduk ketika bermain sepak raga?
Maksud kata “cempedak hutan” adalah kata yang mengingatkan mereka pada saat mengembala kerbau di hutan. Pada saat itu, Midun mengajak temannya untuk mencari hasil hutan disana, namun teman-temannya takut akan hewan buas yang berada di sana. Namun pada saat midun berkata “harimau” temannyapun mulai ketakutan. Kemudian Midunpun berpikir untuk memperolok-olokan ketakutannya mereka itu dengan cara berkata 'Koyak, makan cempedak hutan!’. Akhirnya mereka semua teriak dan berlari ketakutan. Namun karena mereka tahu bahwa Midun hanya bergurau, akhirnya merekapun tidak ketakutan melainkan malah bercanda gurau. Terbukti pada saat midun berkata “....Saya ambil keduacempedak itu, lalu saya berjalan perlahan-lahan ke tempat kawan-kawan saya. Setelah dekat, saya lemparkan kedua cempedak itu, sambil berseru, 'Koyak, makan cempedak hutan!'”

Bab 2: Senjata Hidup
Syarat berguru silat itu ialah: beras sesukat, kain putih sekabung, besi sekerat
(pisau sebuah), uang serupiah, penjahit (jarum) tujuh, dan sirih pinang
selengkapnya. Segala barang-barang itu sebenarnya kiasan saja semuanya.
Jelaskan makna yang tersirat dari persyaratan tersebut, berdasarkan yang dijelaskan
di Bab 2 – Senjata Hidup!
Beras sesukat, gunanya akan dimakan guru, selama mengajari anak muda yang hendak belajar itu
Kain putih sekabung, "alas tobat" namanya; maksudnya
dengan segala putih hati dan tulus Midun itu menerima
pengajaran; samalah dengan kain itu putih dan bersih hati anak
muda itu menerima barang apa yang diajarkan guru.
Besi sekerat (pisau sebuah) itu maksudnya, seperti senjata
itulah tajamnya pengajaran yang diterimanya dan lagi
janganlah ia dikenai senjata, apabila telah tamat
pengajarannya.
Uang serupiah, ialah untuk pembeli tembakau yang diisap
guru waktu melepaskan lelah dalam mengajar anak muda itu,
hampir searti juga dengan beras sesukat tadi.
Penjahit tujuh, artinya sepekan tujuh hari; hendaklah guru
itu terus mengajarnya, dengan pengajaran yang tajam seperti
jarum itu.
Sirih pinang artinya ialah akan dikunyah guru,
waktu ia menghentikan lelah tiap-tiap sesudah mengajar anak
muda itu.

Bab 3: Dimusuhi
a. Tunjukkan bukti profile caring sebagai kearifan lokal yang diterapkan penduduk kampung, tempat Midun tinggal!
“SUDAH umum pada orang kampung itu, manakala ada
pekerjaan berat, suka bertolong-tolongan. Pekerjaan yang
dilakukan dengan upah hampir tak ada. Apalagi di dalam
bahaya, misalnya kebakaran, mereka itu tidak sayang kepada
dirinya untuk menolong orang sekampung. Tidak di kampung itu
saja, melainkan di seluruh tanah Minangkabau, boleh
disebutkan sudah turun-temurun pada anak negeri, suka
bertolong-tolongan itu. Misalnya di dalam hal ke sawah,
mendirikan rumah, dan lain-lain pekerjaan yang berat.”

b. Apa panggilan Pak Midun kepada istrinya (ibunya Midun)? Buktikan denganmengutip pernyataannya kepada ibu Midun!
"Engkau pula, Polam," kata Pak Midun sambil berpaling
kepada istrinya, "katakanlah kepada kaum keluarga, bahwa kita
akan mengirik padi hari Ahad itu. Ipar besan yang patut diberi
tahu, orang sekampung yang akan dipanggil untuk mengirai dan
mengangin padi dan orang-orang yang akan menolong kerja
dapur. Hal itu semuanya pekerjaanmu."

Bab 4: Membalas Dendam
Apa yang menyebabkan orang-orang di pasar takut saat tokoh Pak Inuh datang ke pasar? Jelaskan dengan disertai bukti kutipan!
Karebah pak inuh telah gila, dijelaskan dalm kutipan berikut:
“Pak Inuh sekarang sudah bertukar pikiran. Ia sudah menjadi
gila. Sudah empat tahun sampai kepada masa itu pikirannya tak
sempurna lagi. Dalam empat tahun itu Pak Inuh tidak dibiarkan
keluar lagi oleh Tuanku Laras. Jika dilepaskan selalu mengganggu orang. Maka oleh Tuanku Laras dibuatkan sebuah rumah
untuk tempat Pak Inuh tinggal. Entah apa sebabnya hari itu ia
dapat melepaskan diri. Hal itu terjadi sudah yang kedua
kalinya. jika datang ke pasar ia merajalela saja. Barang-barang
orang diperserak-serakkannya. Disepakkannya ke sana kemari,
orang di pasar diburunya sambil berteriak-teriak. Jika dapat
orang olehnya, dipukul dan diterjangkannya.”

Bab 5: Berkelahi
a. Bagaimana menurutmu berkaitan dengan hal yang dilakukan Midun menolong istri Kacak yang hanyut di sungai, sedangkan menyentuh perempuan yang bukan mahram diharamkan dalam Islam?
Menurut saya, Midun memang seharusnya menyelamatkan istri Kacak. Karenakan jika istri Kacak hanyut dan tidak ada yang menyelamatinya, maka isti Kacakpun mungkin saja bisa mati. Jadi tidak apa-apa jika Midun menyentuh istri Kacak walaupun tidak mahramnya.

b. Uraikan dengan bahasa yang sederhana, cara membela diri yang dilakukan Pendekar Sutan saat berhadapan dengan Ma Atang!

Yang dilakukan Pendekar Sutan iyalah selalu maju dan merapatkan diri karena Ma Atang membawa pisau dan hari gelap. Jadi jika dia mempunyai kesempatan untuk menikam dapat di tangkisnya dan dapat dihempaskan ke kayu.

c. Jelaskan bagaimana tipu muslihat dalam perkelahian yang diterangkan oleh
Haji Abbas kepada Midun dan Maun!
Kata Haji Abas jika sedang berkelahi dengan orang walaupun orang terseut menggunakan pisau, janganlah sekali-kali maju duluan. Lebih baik mengundurkan diri dan hanya menangkis serangan. Haji Abbas juga berkata jika bias cari tempat van persegi atau di sudut maka orangpun susah mengenai kita. Dibuktikan dalam kutipan berikut:
"Midun dan Maun, cerita bapakmu tadi banyak yang patut
engkau ambil jadi teladan. Demikianlah hendaknya muslihat
jika berkelahi dengan orang yang memegang pisau. Dalam
perkelahian yang tidak memakai pisau pun, ada juga tipunya.
Misalnya mengumpan orang dengan pura-pura menyumbangkan
langkah. Tetapi manakala dalam perkelahian banyak, artinya
engkau seorang dipersama-samakan orang, jangan sekali-kali
maju. Hendaklah engkau selalu mengundurkan diri, sambil
menangkis serangan orang. Dan kalau dapat, carilah tempat
vang tiga persegi, yang dinamakan orang: kandang sudut. Di
tempat itu, sukarlah orang mengenai kita."

Bab 6: Pasar Malam
Bagaimana penafsiranmu dengan kutipan yang diucapkan tokoh Maun, “"Jika pandai menjalankan perniagaan, memang lekas benar naiknya.Tapi jatuhnya mudah pula.”?
Jelaskan!
Maksudnya adalah jika ingin melakukan pernigaan memang mudah untuk di capai kesuksesannya namun juga mudah untuk jatuh miskin pula. Disitu Maun berkata pula bahwa Baginda sutan pernah menggapai kesuksesan namu karena murka Allah beliau bisa jatuh semiskin-miskinnya. "Jika
pandai menjalankan perniagaan, memang lekas benar naiknya.
Tapi jatuhnya mudah pula. Lihatlah Baginda Sutan itu! Dari
sekaya-kayanya, jatuh jadi semiskin-miskinnya. Sekarang
pikirannya tidak sempurna lagi.


Bab 7: Pacuan Kuda
Apa yang diusulkan Maun bila berjalan berdua dengan Midun ke pacuan kuda, sebagai suatu sikap waspada?
Karena Maun sudah kesal dengan Lenggang, maka Maun berkata bahwa jangan berlama-lama di pacuan kuda karena memang tidak suka untuk bertemu Lenggang disana. “…..Jika ada apa-apa yang terjadi,
jangan engkau larang-larang lagi, sebagai ketika engkau
berkelahi dengan Kacak dahulu. Saya tahu apa yang akan saya
perbuat, untuk keselamatan diri kita berdua. Jangan lagi kita
lama-lama di pacuan. Asal sudah kita melihat pacu boko, kita
terus pulang saja. Tidak perlukah kita membawa pisau, Midun?"

Bab 8: Menjalani Hukuman
a. Bagaimana kisah hidup Gempa Alam? Apa kesamaannya dengan yang dialami
Midun?
Sebenarnya cerita Gempa Alam dan Midun hampir sama, namun di awali dengan kejadian yang berbeda, yaitu Gempa Alam pada awalnya tidak tahan tinggal di kampong itu dan memutuskan untuk meninggalkan kampong sampai akhirnya selama 15 tahun. Dulu juga Gempa Alam susah mencari pekerjaan untuk sesuap nasi. Dia juga dulu sempat berniaga kecil di pasar sampai akhirnya dia bisa berniaga besar. Gempa Alam juga masuk kedalam penjara dan bercerita tentang pengalamannya di penjara.

b. Apa yang diajarkan Gempa Alam untuk menghadapi hukuman di penjara?
Jika tidak mau dibuat semau-maunya tunjukanlah ketangkasanmu, beranikan hati dan jangan takut menentang bahaya jua. Kalau perlu tunjukan tanda laki-lakimu.

Kuis 2

Bab 9: Pertolongan dan Kalung Berlian
a.      Bagaimana Turigi bisa menjadi orang tahanan? Jelaskan!
Karena turigi telah adalah terdakwa yang membunuh kepala negri. "Bapak dihukum selama hidup, ialah karena terdakwa membunuh Kepala Negeri, ketika terjadi perusuhan di negeri bapak dua belas tahun yang sudah!"

b.     Menurutmu, mengapa Turigi mau membantu Midun?
Karena Turigi merasa kasihan terhadap Midun yang sering mengalami siksaan yang amat berat. Karena turigi melihat bahwa Midun tidak kuat lagi menahan siksaan pegawai penjara tersebut.

c.      Bagaimana pertemuan Midun dan Lenggang di penjara? Bagaimanakah sikap Midun terhadap Lenggang? Uraikan kronologinya!
Pada saat duduk dengan Turigi, Midun melihat seseorang yang sedang di bawa masuk ke penjara. Orang tersebut adalah Lenggang. Namun sikap Midun terhadap Lenggang adalah bukannya ingin balas denadam, melainkan Midun merasa kasihan. Midun memberi pribahasa yaitu “sudah jatuh tertimpa tangga dalam basah kehujanan juga.”

d.     Kalau kamu di posisi Midun dan menemukan sebuah kalung berlian, akankah kamu bersikap sama seperti Midun atau sebaliknya? Jelaskan!
Kalau saya di posisi Midun saya pula akan mngembalikan ke pemilik kalung tersebut. Karena dalam hukum islam kita harus mengembalikan barang yang kita temui jika kita tahu siapa pemiliknya. Kecuali kita tidak bisa beramanat, maka haram untuk kita untuk mengambil barang tersebut.

e.      Uraikan perkenalan Midun dan Halimah, serta bagaimana mereka menjalin hubungan persahabatan!
Halimah adalah seorang gadis yang meninggalkan kalung berlian di tempat duduk. Karena Madun mengembalikan kalungnya ke Halimah, maka dari situlah pertemanan Halimah dan Midun dimulai.
     f.   Apa yang menyebabkan Halimah begitu mempercayai Midun untuk                         menolongnya? Karena midun telah mengembalikan kalung kepada Halimah

Bab 10: Lepas dari Hukuman
a. Apakah setelah lepas dari hukuman, Midun langsung pulang ke kampungnya? Mengapa? Tidak, karena setelah itu Midun mendapatkan surat dari Halimah yang berisikan pemintaan tolong lalu setelah itu Midun tidak pulang, namun membantu Halimah.
b. Siapakah Pak Karto? Apa hubungan beliau dengan Midun? 
Midun mengenal Pak Karto karena Mdiun pernah meminta izin untuk menumpang di rumah Pak Karto untuk beberapa hari 
"Bahaya apakah yang menimpa Halimah? Jika saya tidak tolong, kasihan gadis itu….”
c. Jelaskan tentang bahaya yang akan menimpa Halimah, jika Midun tidak menolongnya!
Karena Bapak tirinya Halimah akan melakukam tindakan  asusila karena bapak tirinya tidak bisa menahan nafsunya.
d. Apa isi surat Midun kepada kedua orangtuanya?
Isinya adalah tentang berita tentang Midun bahwa Midun sedang bepergian ke bogor dan belum bisa pulang untuk beberapa saat.

Bab 11: Meninggalkan Tanah Air
Mendengar perkataan "nyawa dan badan" itu, hati anak muda yang alim dan saleh itu berdebar jua….”
a. Menurutmu, mengapa hati Midun berdebar setelah mendengar perkataan Halimah?
Karena Midun keceplosan bilang udo kepada Halimah yang berarti perkataan untuk seorang suami istri.
b. Deskripsikan secara ringkas kehidupan Halimah dan mendiang ibunya setelah ayahnya menikah lagi dan akhirnya ayahnya menceraikan mendiang ibunya?
Miskin, Tidak memiliki makanan yang cukup dan hidupnya sengsara.
c. Apa isi dan pesan moral dari kutipan kedua pantun berikut?
Pisang emas bawa berlayar
masak sebiji di atas peti.
Utang emas boleh dibayar
Utang budi dibawa mati.
Pulau Pandan jauh di tengah,
di balik Pulau Angsa Dua.
Hancur badan dikandung tanah
budi baik terkenang jua."
Tentang Utang yang harus di bayar dan utang budi dibawa sampai mati.
d. Apa pesan mendiang ibu Halimah, sebelum beliau meninggal?
Pesannya adalah Ibu Halimah berkata bahwa menyuruh Halimah untuk menjaga diri baik-baik karena sebenarnya bapak tiri Halimah hanya ingin menginginkan Halimah dan Ibu Halimah meminta maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat semasa hidupnya.
e. Apa yang diceritakan Midun kepada Halimah tentang Fatimah anak Nabi Muhammad saw? Uraikan!
Suami Fatimah meminta izin untuk menikah lagi, dengan rela ia setuju. Demikianlah pandainya Fatimah menahan hati. Sungguhpun di luar manis, tetapi di dalam sudah remuk dan badannya panas sebagai api, hingga telur masak di tangannya.

KUIS 3 
Bab 12
a. Apa tujuan Midun meninggalkan Bogor menuju Betawi?
Midun ingin mendapatkan uang, karena dia tidak terlalu suka hanya diam dan menumpang di rumah orang.

b. Bagaimana awal mula Midun berkenalan dengan Syekh Abdullah al-Hadramaut?
Midun bertemu dengan si Syeikh di kereta dengan tujuan yang sama, namun Midun terlalu gampang percaya pada si Syeikh
c. Apa yang menyebabkan Midun berhutang dan begitu percaya kepada Syekh Abdullah?
Midun memiliki pemikiran lugu karena ia percaya bahwa semua orang dari tanah Arab adalah orang yang baik. Namun belajar kesalahannya dengan cara yang pahit yaitu sampai berhutang.

d. Di dalam Al Quran disebutkan dalam surat apa ayat tentang riba?
Allah ta’ala berfirman,
 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (Qs. Ali Imran [3]: 130)
  
 Bab 13
a. Jelaskan kutipan peribahasa di bawah!
-'adat bersendi syara', syara' bersendi adat.
-sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna." 

b. Siapakah Sutan Menindih? Ada hubungan apa dengan Pak Midun? Apa yang dia mau dari harta Pak Midun?
Sutan Menindih adalah keluarga dari Pak Midun yang datang ke rumah Pak Midun saat ia sedang sakit. Sutan Menindih menginginkan harta dari Pak Midun.

c. Mengapa bila Pak Midun menolak ajakan Sutan Menindih, beliau akan membuat malu kaum Tanjung? 
Karena menurutnya itu adalah masalah harga diri.
d. Apa pesan Pak Midun kepada istrinya, sesaat sebelum beliau meninggal?
Nikahilah adik Midun dengan Maun, karena itulah pilihan terbaik.

Bab 14
a. Apa akibat yang harus Midun tanggung karena menolak membayar bunga hutangnya? Apa syarat dari Syekh Abdullah bila Midun ingin hutangnya dianggap lunas?
Midun harus dipenjara karena tidak mampu membayar utangnya. Pilihannya adalah Mengutang lagi atau  membiarkan Halimah ditikung oleh sang Syeikh atau dipenjara.

b. Apa yang Midun pelajari di penjara?
Selama di penjara, Midun belajar membaca dan menulis serta ilmu pengetahuan oleh Mas Sumarto yang bersekolah juga.

c. Bagaimana Midun kemudian bisa keluar dari penjara?
Halimah membantunya dengan menggunakan sebagian uang Midun dan ditambahkan oleh Halimah sebagian.

d. Jelaskan kronologi Midun bisa menjadi menteri polisi di Tanjung Priok!
Midun sedang berjalan di pasar(biasanya jika ia jalan di pasar akan terjadi masalah dan ia akan jadi sang pahlawan) Dimana ada orang yang mengejar seorang anak Belanda. Mindu langsung  melawan dan menyelamatkan sang anak Belanda. Esoknya, ia dapat pekerjaan menjadi polisi. Setelah itu, karena kinerjanya bagus ia menjadi menteri polisi.

e. Kira-kira apa yang dimaksud dengan “penyakit perempuan”, yang bisa membuat penderitanya meninggal dunia?
Penyakit perempuan di cerita ini adalah penyakit yang disebarkan karena seks bebas

f. Tuliskan 5 pelajaran berharga dari bab ini!
Jangan melakukan seks bebas, bekerjalah sungguh-sungguh nanti akan sampai ke tujuan, membaca dan menulis, jangan menilai orang dari rasnyam dan Membantu orang yang sedang kesusahan, .

 Bab 15
a. Apa isi telegram yang ditunjukan kepada Midun?
Dalam telegram itu, Midun diangkat jadi assisten demang di negerinya sendiri, dan mesti lekas berangkat. 

b. Siapa nama anaknya Midun?
Nama anak Midun dan Halimah adalah Basri. 

c. Apa nama pelabuhan di kota Padang?
Pelabuhan Teluk Bayur.

d. Apa yang diucapkan Midun saat bertemu kembali dengan Kacak?
Midun amat senang melihat Kacak menjadi penghulu kepala. Ia berharap bahwa dia akan mendukung Midun melakukan sema pekerjaannya dengan benar dan dapat bekerjasama.

e. Gelar adat apa yang disandang Midun setelah ia kembali ke kampungnya?
Datuk Paduka Raja adalah gelar adat yang disandang Midun setelah ia kembali ke kampungnya. 

f. Bagaimana akhirnya nasib Kacak, seperti yang diceritakan pada akhir bab 15. 
Kacak melarikan diri entah kemana, rupanya ia takut dan malyu kepada Midun. 


MONOLOG
Judul: Pancasila Untuk Generasi Muda

        Pancasila, apa itu pancasila, pancasila adalah ideologi dasar bagi negara indonesia. Namun kami sebagai generasi muda hanya mengerti itu hanya dengan sebatas kata-kata yang di baca di pagi hari disekolah. Akan tetapi itu adalah perbuatan yang sangat tidak berarti, dengan itu kita sebagai generasi muda harus menjunjung tinggi dasar ideology negara ini yaitu pancasila. Pancasila 1 ketuhanan yang maha esa, Bahwa kita sebagai generasi muda adalah generasi yang beragama sehingga kita wajib mempercayai (Iman) terhadap adanya tuhan yang maha esa, 2 kemanusiaan yang adil dan beradab, kita sebagai generasi muda harus berbudi luhur dan memiliki potensi pikir yang tinggi, Generasi mida yang berbudi dan beradab adalah kunci sebagai kemajuan negara kita 3 persatuan indonesia, kita sebagai generasi muda harus saling bahu membahu saling mendukung atas pendapat yang lain 4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, ini menyatakan bahwa dalam sila ini mengandung makna pentingnya mengedapakan musyawarah dan mufakat dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 5 keadilan social bagi seluru rakyat Indonesia, dan sila terakhir adalah sila yang sangat penting yaitu Dalam sila ini mengandung makna ajakan tentang rasa keadilan bahwa seluruh warga negara dituntut ikut aktif dalam memberikan sumbangsih demi terwujudnya keadilan, rasa aman, damai, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar